Ini dia 5 makanan khas nusantara yang wajib kamu coba!
Sejarah Kuliner Nusantara
Sejak dahulu bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang hebat dalam mengolah makanan. Hal ini dapat dilihat dari keragaman makanan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Keragaman makanan Indonesia telah ada sejak abad ke-10. Perkembangan makanan di Indonesia juga dipengaruhi oleh berbagai kebudayaan asing yang datang silih berganti, mulai dari India, Cina dan Eropa (Portugis, Spanyol dan Belanda).
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan jika keanekaragaman makanan Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Keanekaragaman makanan Indonesia terjadi karena proses akulturasi dengan berbagai budaya asing, seperti India, Cina dan Eropa yang dibawa oleh para pendatang ke Nusantara. Akulturasi yang terjadi disebabkan masyarakat Indonesia memiliki sikap terbuka terhadap hal-hal baru. Namun meski begitu kebudayaan asli Nusantara tidak hilang selama proses interaksi tersebut.
Masa penjajahan Jepang, selama periode Perang Asia-Pasifik 1942-1945, sebagai penutup periode imperialisme bangsa asing di Indonesia juga ikut memperkaya perkembangan makanan di Indonesia. Penelitian ini berfokus kepada bagaimana perkembangan sejarah makanan di Indonesia dari abad ke-5 sampai akhir masa pendudukan Jepang. Dan apakah ada tindakan saling mempengaruhi dalam proses pekembangan makanan di Indonesia selama periode tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian historis yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Pengertian Kuliner Nusantara
Pasti kalian sudah tidak asing dengan Kuliner Nusantara, Ya benar, kuliner nusantara adalah beberapa jenis masakan khas indonesia yang terkenal akan rasa rempah-rempah nya dengan suatu proses menangani makanan yang dimulai sejak pengadaan bahan makanan sampai penyajian, atau makanan aman dan siap untuk dimakan, yang dalam prosesnya dengan penerapan panas maupun tidak. Makanan Nusantara yang dimaksud sama dengan Makanan Indonesia yaitu makanan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Pada dasarnya tidak ada satu bentuk tunggal makanan Indonesia melainkan berupa keanekaragaman masakan regional yang dipengaruhi secara lokal oleh kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing. Umumnya makanan Indonesia terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur, sambal sebagai pelengkap. Berdasarkan waktu penyajiannya makanan Indonesia terbagi menjadi tiga, yaitu waktu makan pagi, siang dan malam.
Makanan nusantara juga merupakan kumpulan dari berbagai makanan yang berasal dari berbagai daerah di nusantara, diolah dengan berbagai teknik sesuai dengan daerahnya yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Tradisi kuliner yang paling kaya di dunia, dan penuh dengan cita rasa yang kuat. Kekayaan jenis masakannya merupakan cermin keberagaman budaya dan tradisiNusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau berpenghuni, dan menempati peran penting dalam budaya nasional Indonesia secara umum. Hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu berasal dari rempahrempah seperti kemiri, cabai, temu kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa dan gula aren dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan, dan tradisi-adat yang terdapat pula pengaruh melalui perdagangan yang berasal seperti dari India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa.
Manfaat Kuliner Nusantara
Beberapa manfaat kuliner nusantara diantaranya:
- Makanan Maupun Minumannya Lebih Alami Berbeda dengan makanan dan minuman yang mengandung zat kimia sebagai pengawet, pemanis, pewarna dan penyedap rasa lain dalam makanan kemasan, makanan khas daerah terbilang lebih sehat karena hanya menggunakan berbagai bahan alami dalam proses pembuatannya. Makanan kemasan atau siap saji biasanya mengandung beberapa zat kimia yang bertujuan agar makanan tersebut bisa lebih awet dan akhirnya bisa menyebabkan penyakit kanker dan juga penyakit degeneratif lain. Dalam beberapa penelitian menyimpulkan jika penyebab dari masalah kesehatan tersebut adalah sel tubuh sudah terkontaminasi dengan zat yang tidak baik. Sedangkan dalam makanan khas daerah lebih sedikit menggunakan bahan pengawet, pewarnaan dan juga tidak menggunakan penyedap rasa terlalu berlebihan sehingga bisa dikatakan jika makanan daerah menjadi makanan terbaik solusi kanker yang berkualitas.
- Harga Lebih Terjangkau Tidak selamanya makanan sehat selalu mahal, ada begitu banyak makanan khas daerah yang sehat dan sangat bermanfaat untuk tubuh seperti makanan tinggi protein contohnya telur, tempe dan manfaat daging ayam. Sedangkan makanan sumber hewani seperti ikan kembung, lele atau sarden mengandung omega 3 yang sangat tinggi bahkan lebih tinggi dibandingkan ikan salmon yang mahal. Untuk itu, mengkonsumsi makanan khas daerah juga bisa lebih menghemat pengeluaran anda.
- Mencintai Budaya Sendiri Lebih banyak mengkonsumsi makanan khas daerah juga berarti mencintai budaya sendiri yang lebih sehat dan tinggi akan serat serta alami. Dengan lebih menggali potensi makanan tradisional, maka tidak hanya sekedar menjamin ketahanan pangan Indonesia, namun secara tidak langsung juga akan memberdayakan para petani sekaligus para pelau ekonomi bangsa.
- Menumbuhkan nasionalisme Sikap toleransi yang tumbuh dalam diri kemudian akan mengajarkan bahwa perbedaan makanan daerah tidak membuat kita berbeda. Bahwa makanan daerah yang dimakan, tidak akan melepaskan identitas diri kita sebagai Bangsa Indonesia. Sikap menerima perbedaan dan toleransi tersebut akan menumbuhkan rasa nasionalisme.
- 100 gram kelapa parut kasar, sangrai
- 2 ekor ikan bandeng ukuran sedang
- 2 sendok teh garam
- 25 gram gula merah, sisir
- 1/2 sendok teh asam jawa, larutkan dengan 1/2 sdm air
- 2 butir telur, kocok lepas
- 100 ml santan, dari 1/2 btr kelapa
- 2 sendok makan minyak, untuk menumis
- 2 lembar daun pisang, untuk membungkus
- 2 batang bambu, untuk penjepit
- 3 cm kunyit, bakar
- 12 butir bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 4 buah cabai merah besar
- 1 1/4 sendok teh ketumbar
- 1/4 sendok teh jintan
- 2 cm jahe1 cm lengkuas
- Pukul-pukul ikan bandeng. Patahkan tulang ekornya. Keluarkan tulangnya. Keruk dagingnya mengunakan sendok.
- Sangrai daging bandeng hingga kering. Pisahkan durinya.
- Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan daging bandeng, kelapa sangrai, garam, gula merah, dan air asam. Aduk rata. Angkat
- Tambahkan telur dan santan. Aduk rata. Ambil sepertiga bagian adonan. Sisihkan.
- Masukkan dua per tiga adonan ke dalam kulit bandeng. Bentuk kembali seperti ikan.
- Jepit bandeng dengan bambu. Bungkus dengan daun pisang. Dan angkat jika sudah matang.
- 500 gr Ikan Giling Tenggiri
- 160 gr Tepung Tapioka
- 140 gr Santan Kental
- 120 gr Air Putih
- 2 butir Putih Telur
- 6 siung Bawang Merah
- 1 Sdm Garam dan Gula Pasir
- 1/2 Sdm Lada Putih
- 1 1/2 Sdm Penyedap
- Daun Pisang
- Siapkan semua bahan-bahan yang dibutuhkan
- Panaskan daun pisang terlebih dahulu, agar mudah untuk dipakai.
- Masukan ikan giling, air dan seasoning (garam, gula, lada, dan penyedap), Aduk hingga tercampur rata.
- Masukkan putih telur, aduk kembali sampai tercampur rata. Lalu masukkan santan dan bawang merah yang sudah diiris, aduk hingga tercampur rata.
- Masukkan Tepung tapioka, dan aduk hingga tercampur rata kembali.
- Siapkan daun pisang, letakkan adonan otak-otak dan lipat.
- Panggang +/- 20 menit atau sampai matang
- 1 kg nangka muda
- 5 butir telur ayam rebus, kupas
- 2 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 120 g gula Jawa yang cokelat tua
- 1.5 liter santan sedang
- 500 ml santan kental
- 8 butir bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 5 butir kemiri
- 1 sdm ketumbar
- 1 potong terasi
- 1/4 sdt jintan
- 2 sdt garam
- Sambal goreng krecek
- Opor ayam
- Sambal bajak
- Potong nangka muda berbentuk dadu besar.
- Rebus nangka muda dalam air atau air kelapa tua secukupnya hingga lunak.
- Angkat dan tiriskan nangka muda.
- Haluskan semua bahan bumbu dengan blender atau ulekan hingga halus benar.
- Masukkan nangka muda dan telur ke dalam panci.
- Masukkan bumbu halus, daun salam, daun jeruk, lengkuas dan gula merah.
- Masak dengan api sedang hingga bumbu meresap dan kuahnya susut.
- Tuangkan santan kental.
- Masuk dengan api hingga kuah benar-benar susut. Matikan api.
- Sajikan gudeg dengan pelengkapnya.
- 500 gr daging
- 1 batang serai geprek
- 3 lembar daun jeruk
- 2 lembar daun salam
- 1 ruas lengkuas geprek
- 2 cm kayu manis
- 1 sdt gula merah
- 1 sdt kaldu sapi dan garam
- 1/2 sdt jintan bubuk
- 1/2 sdt merica bubuk
- Jeruk nipis
- 500 ml santan dari 1/2 kelapa
- 4 siung bawang putih
- 6 butir bawang merah
- 2 butir kemiri
- 1/2 sdt ketumbar
- 3 cabai merah besar (buang bijinya)
- 2 cm kunyit
- 3 cm jahe
- Cuci bersih daging, potong sesuai selera, beri perasan jeruk nipis, lalu cuci lagi
- Haluskan bumbu, lalu tumis bumbu halus dengan serai, daun jeruk, daun salam, kayu manis dan lengkuas sampai matang
- Masukkan daging, aduk rata, lalu masukkan santan.
- Masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk.
- Kemudian masukkan garam, kaldu, jintan, merica dan gula merah, diamkan hingga bumbu meresap dan airnya menyusut.
- Koreksi rasa, angkat dan hidangkan. Kamu juga bisa membeli Rendang, di Warung Nasi Padang terdekat dirumah mu loh. Karena rendang tidaklah hanya ada di Padang namun hampir disetiap daerah ada warung nasi padang. Dengan sekitaran harga Rp. 10.000 - 30.000/porsi.
- 100 gram kerupuk aci
- 7 lembar daun caisim/sawi hijau
- 5 butir bakso sapi
- 1 butir telur
- Secukupnya air
- Secukupnya garam dan gula
- Bumbu yang dihaluskan
- 2 ruas kencur
- 2 butir bawang merah
- 1 butir bawang putih
- 5 buah cabe rawit merah (sesuai selera pedas)
- 3 buah cabe keriting merah
- Pertama, rendam dulu kerupuk dengan air biasa (kira-kira 30 menit) biar pas dimasak cepat lembek dan ga keras, lalu potong2 daun caisim dan bakso sapi sesuai selera.
- Haluskan bumbu lalu tumis sampai harum, setelah harum tambahkan air kira-kira 1 gelas (mau dibanyakin airnya jg gpp klo mau berkuah kayak yg aku bikin), tunggu air sampai mendidih.
- Masukan telur yg sebelumnya sudah di kocok lepas (kalau ga di kocok dulu bau amis) jadi wajib di kocok dulu yaa.
- Selanjutnya masukan kerupuk, bakso dan caisim, serta gula dan garam, masak hingga matang dan sajikan selagi hangat.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar